#
Published : May 17, 2010

Pentas Budaya Indonesia pada Hari Museum di Warsawa

Bookmark and Share

Pada tanggal 15 Mei 2010 seluruh museum di kota Warsawa dibuka khusus untuk pengunjung sampai pukul 03.00 pagi keesokan harinya. Museum-museum tersebut  sepanjang malam mengadakan kegiatan seperti  pameran, pertunjukan, presentasi, tontonan, dan kegiatan lainnya.

Untuk mengisi kegiatan Hari Museum, KBRI Warsawa bekerjasama dengan Museum Asia dan Pasifik menggelar pertunjukan gamelan Jawa, tarian, pencak silat dan pentas wayang kulit.  Pentas tersebut dimainkan oleh para artis dari Warsaw Gamelan Group.  Pertunjukan dimulai pada pukul 20.00 malam, dan digelar di halaman Asian Gallery Museum Asia dan Pasifik  yang berada di Ulica Freta 5, Warsawa.  Durasi pertunjukan malam hari itu hampir berlangsung selama 2 jam. Pengunjung yang hadir memadati halaman Asian Gallery diperkirakan 100 orang lebih.

Lagu-lagu yang dimainkan pada pentas gamelan Jawa  pada pertunjukan pertamanya antara lain Gendhing Liwung Gaya Yogyakarta, Ladrang Lawung Jajar dengan Gangsaran, dan salah satu Gendhing Soran Gaya Yogyakarta. Kemudian Maria Szymanska menampilkan tari Gambir Anom, dilanjutkan dengan tari Panji Semirang yang dibawakan oleh Martyna Cwiek.

Setelah rehat kurang lebih 10 menit, pertunjukan berikutnya adalah penampilan kembali Warsaw Gamelan Group dengan memainkan Lancaran Manyar Sewu, dilanjutkan dengan penampilan dari Roza Puzynowska dan Iwona Czapla yang membawakan tari Yapong, diiringi gamelan.

Selain menggelar gamelan dan tarian, partisipasi Indonesia dalam mengisi kegiatan Hari Museum, KBRI Warsawa juga menyuguhkan atraksi pencak silat gaya Betawi yang dimainkan oleh Eko Winardi dan gaya Minangkabau oleh Ariel Ilnata. Pada atraksi pencak silat yang dibawakan oleh Eko Winardi cukup mendebarkan para hadirin, karena ditampilkan adegan dengan menggunakan benda tajam semacam golok.

Sebagai penutup acara malam hari itu adalah pentas wayang kulit dalam bahasa Polandia dengan  lakon berjudul “Arjuna mencari Cinta”, skenario oleh Dawid Martin, staf Pensosbud, dan sebagai pedalang adalah Adam Komorowski.

Para artis pendukung kegiatan gamelan, tarian dan wayang kulit berasal dari para mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang mendirikan Warsaw Gamelan Group,  ini merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan citra Indonesia. KBRI Warsawa terus berusaha melakukan pembinaan dan memberi dukungan terhadap kelompok gamelan tersebut.

Partisipasi Indonesia pada acara Hari Museum dimaksudkan untuk lebih mengenal budaya Indonesia di Polandia. (Sumber: KBRI Warsawa).

Related News
Wednesday
September , 08 2010
 
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#
#