Dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia di Toruń, KBRI Warsawa bekerjasama dengan Jurusan Etnologi Universitas Nicolaus Copernicus, Polish Red Cross dan Museum Etnografi Toruń serta Warsaw Gamelan Group (karawitan) pada tanggal 15-16 Januari 2010 menyelenggarakan acara ”Indonesian Carnival” berupa pertunjukan wayang kulit, tarian Jawa dan Bali, pameran lukisan Bali, workshop berbagai tarian tradisional Indonesia, dan pemutaran film nasional.
”Indonesian Carnival” juga dimaksudkan sekaligus untuk penggalangan dana untuk korban bencana alam gempa bumi di Sumatera Barat. Para pengunjung yang hadir secara sukarela menyumbangkan uang mereka untuk para korban gempa di Sumatera.
Acara dibuka oleh Martyna Ćwiek, mantan Darmasiswa di ISI Denpasar, yang menampilkan Tari Legong (Bali), dilanjutkan dengan pembukaan pameran lukisan Bali karya Waldemar Kakareko oleh ketua panitia Renata Lesner-Szwarc. Sebagian besar lukisan dibuat pada tahun lalu ketika Waldek (panggilan akrab Waldemar Kakareko) berkunjung ke Bali. Pameran tersebut diberi judul ”Wyspa Słonca” (Pulau Matahari), dan hampir semua lukisan Waldek bertemakan penari tarian tradisional Bali.
Setelah para pengunjung puas menikmati lukisan bernuansa Bali, Warsaw Gamelan Group membawa suasana beralih ke Jawa. Kelompok karawitan tersebut menampilkan Gendhing Soran gaya Yogyakarta ”Ladrang Roning Tawang” dan ”Gangsaran”.
Sebelum pertunjukan karawitan instruktur gamelan Dawid Martin menjelaskan kepada para pentonton mengenai musik gamelan. Setelah itu, Maria Szymanska, mantan Darmasiswa di ISI Surakarta menampilkan tarian Jawa berjudul Tari Gambyong.
“A Christmas Carol”
Acara selanjutnya adalah pementasan wayang kulit dalam lakon cerita karya Charles Dickens, berjudul “A Christmas Carol” yang dibawakan oleh Ewelina Pacyniak (mantan Darmasiswa di ISI Denpasar) sebagai dalang, diiringi oleh Warsaw Gamelan Group. Cerita tersebut dalam versi asli mengambil kisah di London yang kemudian dialihkan ke pulau Jawa supaya lebih terasa menyatu dengan gendhing sebagai bagian dari budaya Jawa.
Para penonton yang berjumlah kurang lebih sekitar 100 orang tidak henti-hentinya memberikan sambutan yang meriah terhadap pementasan tarian dan wayang kulit yang disuguhkan dengan baik oleh Warsaw Gamelan Group.
Workshop
Pada hari kedua, 16 Januari 2010 panitia menyelenggarakan workshop gamelan, Tari Saman, dan wayang kulit yang diikuti oleh 50 peserta. Para peserta workshop tampak sangat tertarik untuk mempelajari berbagai macam pelatihan yang diselenggarakan. Mulai dari anak-anak sampai orang lanjut usia pun semangat memainkan alat musik gamelan ataupun menarikan Saman dengan lincah.
Workshop gamelan dipimpin oleh Warsaw Gamelan Group diadakan pada pukul 13.00 waktu setempat dan workshop Tari Saman dipimpin oleh Amita Pramasufi, staf magang KBRI Warsawa, dilaksanakan pada pukul 14.00. Para pengunjung tampak sangat puas dengan acara tersebut serta tertarik untuk mempelajari kebudayaan Indonesia lebih dalam lagi.
Sebagai acara tambahan pada ”Indonesian Carnival”, panitia menyajikan pemutaran film nasional berjudul "Berbagi Suami" karya Nia Dinata yang mendapat sambutan hangat dari hadirin. (KBRI Warsawa).