#
Published : December 21, 2009

Wayang Kulit Dalam Festival “Betlehem di Lublin”

Bookmark and Share

Seni wayang kulit sukses dalam pertunjukan utama mengawali Festival ke-5 “Lubelskie Betlejem” (Betlehem di Lublin) yang diselenggarakan oleh Teater Andersena di Lublin Sabtu (19/12) yang lalu.

Festival yang berlangsung hingga 15 Januari 2010 ditampilkan berbagai kegiatan budaya antar-bangsa, budaya itu dimaksudkan sebagai penyambutan perayaan Hari Natal di seluruh dunia. 

Pada pertunjukan pekan lalu budaya Indonesia menyajikan pentas wayang kulit, pameran foto, dan boneka dalam pakaian tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia.

Mengawali pembukaan festival, Warsaw Gamelan Group menampilkan gending karawitan Jawa yang selanjutnya menampilkan penampilan lagu-lagu Natal Polandia Lulajze Jezuniu dan Przybiezeli do Betlejem untuk mengiringi Ewelina Pacyniak (mantan penerima beasiswa Darmasiswa) sebagai pedalang dalam lakon cerita karya Charles Dickens, penulis Inggris dari abad ke 19, berjudul A Christmas Carol. 

Pagelaran wayang kulit itu mengemas cerita Natal dalam budaya Jawa, tentang seorang raja yang bengis namun akhirnya menjadi bijaksana setelah bertemu dengan malaikat.  Sebelum pertunjukan, Maria Szymanska yang juga seorang mantan penerima beasiswa Darmasiswa menjelaskan tentang seni wayang kulit dalam budaya Jawa, sedangkan instruktur Gamelan Dawid Martin menjelaskan mengenai alat musik dan seni gamelan kepada sekitar 300 pengunjung yang memadati gedung.

Seusai pagelaran musik gamelan dan wayang kulit, para pengunjung diberikan penataran (workshop) oleh para anggota Warsaw Gamelan Group.

Festival “Lubelskie Betlejem” itu merupakan proyek kolaborasi antara Teater Andersena dengan beberapa pihak terkait seperti TVP Lublin, Polskie Radio Lublin, Radio Centrum, Kurier Lubelski dan Dziennik Wschodni, serta KBRI Warsawa.  (KBRI Warsawa)

Related News
Thursday
September , 09 2010